Tugas Minggu Kedua Psikoterapi

Perbedaan Konseling dan Psikoterapi serta Bentuk Utama Terapi

Perbedaan Konseling dan Psikoterapi

Menurut sebagian ahli, psikoterapi dan konseling dianggap sebagai suatu sinonim karena memiliki banyak kesamaan contohnya dalam hal tujuannya yaitu untuk membantu orang lain. Tapi, sebagian ahli lainnya menganggap bahwa kedua hal tersebut berbeda, maka perlu terus dilakukan upaya pembedaan agar keprofesiannya jelas dan diketahui masyarakat supaya jelas dan tidak menimbulkan keraguan.

Ivey & Simek-Downing (1980) berpendapat bahawa psikoterapi adalah proses jangka panjang, berhubungan dengan upaya merekonstruksi seseorang dan perubahan yang lebih besar dalam struktur kepribadian. Sedangkan konseling dikemukakan oleh mereka sebagai suatu proses yang lebih insentif berhubungan dengan upaya membantu orang normal mencapai tujuannya dan agar berfungsi lebih efektif. Berdasarkan pengertian dari Ivey dan SImek-Downing dapat disimpulkan bahwa perbedaannya terletak pada waktu. Psikoterapi merubah kepribadian seseorang dengan jangka waktu yang lama, sedangkan konseling hanya membantu seseorang yang normal agar lebih efektif dna mencapai tujuannya.

Sekarang, mari kita lihat perbedaan antara psikoterapi dan konseling dilihat dari segi tujuan, klien, konselor dan penyelenggara, serta metode yang digunakan

Bentuk-Bentuk Utama dari Psikoterapi

Jenis-jenis psikoterapi:

  1. Psikoterapi bersifat suportif
    2. Psikoterapi yang bersifat ekspresif
    – Psikoterapi reedukatif
    – Psikoterapi rekonstruktuf
    • Terapi Supportive (terapi suportif)
    • Definisi Terapi reedukatif
      Membangkitkan pengertian pada penderita tentang konflik-konflik jiwa yang dikandungnya,yang terutama terletak dalam alam sadarnya.terapi ini lebih banyak menempatkan konflik konflik alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri kembali, memodifikasi tujuan dan membangkitkan serta mempergunakan potensi-potensi kreatif yang ada.
    • Tujuan terapi reeduktif
      Membangkitkan pengertian pada penderitatentang konflik-konflik jiwa yang dikandungnya,yang terutama terletak dalam alam sadarnya
    • Contoh Psikoterapi Reedukatif:
      • Terapi Manusia : Terapi untuk kepentingan individu
      • Terapi kelompok : Terapi untuk kepentingan kelompok
      • Terapi Keluarga : Berkaitan tentang relasi terdekat
  • Terapi reeducative (Reedukatif)
    • Definisi terapi suportif
      Suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya.
    • Tujuan dari terapi suportif adalah:
      • Menaikkan fungsi psikologi dan sosial
      • Menyokong harga dirinya dan keyakinan dirinya sebanyak mungkin
      • Menyadari realitas, keterbatasannya, agar dapat diterima
      • Mencegah terjadinya relaps
      • Bertujuan agar penyesuaian baik
      • Mencegah ketergantungan pada dokter
      • Memindahkan dukungan profesional kepada keluarga
    • Macam-macam teknik terapi suportif:
      (1) Guidance/Bimbingan, yakni prosedur pemberian pertolongan secara aktif dengan cara memberikan fakta dan interpretasi’ dalam bidang pendidikan, pekerjaan, hubungan sosial dan bidang-bidang Kesehatan.
      (2) Manipulasi lingkungan, yakni usaha untuk menyelesaikan problem-problem emosional klien dengan cara menghilangkan atau mengubah unsur-unsur lingkungan yang tidak menguntungkan.
      (3) Eksternalisasi perhatian, yakni usaha untuk mengalihkan perhatian klien yang mengalami keeeinasan atau depresi dengan jalan memberikan dorongan agar klien dapat memulai lagi aktivitas yang pernah disenanginya ataupun mengembangkan kesenangan baru untuk mengisi waktu senggangnya. Jenis-jenis eksternalisasi perhatian antara lain terapi kerja, terapi musik,terapi gerak dan tari, terapi syair, terapi sosial.
      (4) Sugesti-prestis, yakni usaha terapis untuk mensugesti klien, yakni memberikan pengaruh psikis tanpa daya kritik.
      (5) Meyakinkan kembali (reassurance), terapi ini biasanya menyertai pada setiap terapi. Klien yang merasa dieengkam ketakutan yang irasional perlu ditenangkan dan dihibur.Terapis perlu mendiskusikan ketakutan-ketakutan tersebut secara terbuka dengan kliennya untuk menjelaskan bahwa ketakutan itu tidak rasional atau tidak berdasar.
      (6) Dorongan dan paksaan, yakni dengan memberikan ren-‘ara’ dan punishment untuk menstimulasi perilaku klien sesuai yang diharapkan. Di antaranya dengan cara klien diberi tugas untuk melawan impuls-impuls yang menimbulkan neurotik, berusaha menghilangkan atau mengurangi intcnsitasnya sampai di bawah titik kritis.
      (7) Persuasi, yakni mendasari diri pada anggapan bahwa dalam diri klien mempunyai sesuatu kekuatan untuk proses emosinya yang patologis dengan kekuatan dan kemampuan ataupun dengan menggunakan common sensenya sendiri, sebab pada umumnya orang yang menderita gangguan jiwa dalam keadaan intelek tertutup emosi
      (8) Pengakuan dan penyaluran, yakni dengan cara mengeluarkan isi hati kepada orang lain. Pendekatan ini untuk mengurangi tekanan yang ada pada klien, sebab dengan adanya pengakuan dan penyaluran maka segala rasa tertekan yang mengganjal dapat dilepaskan (katarsis)
      (9)Terapi kelompok pemberi inspirasi, yakni terapi kelompok yang terdiri dari klien yang memiliki problem sejenis
  • Terapi Reconstructive (rekonstruktif)
    • Definisi Terapi Rekonstruktif
      Terapi Rekonstruktif yakni menyelami alam tak sadar melalui teknik seperti asosiasi bebas, interpretasi mimpi, analisa daripada transfersi atau lebih mudahnya Dicapainya tilikan (insight) akan konflik-konflik nirsadar, dengan usaha untuk mencapai perubahan luas struktur kepribadian seseorang.
    • Tujuan Terapi Rekonstruktif
      Perombakan radikal daripada corak kepribadian hingga tak hanya tercapai suatu penyesuaian diri yang lebih efisien,akan tetapi juga suatu maturasi daripada perkembangan emosional dengandilahirkannya potensi adaptif baru
    • Cara atau pendekatan
      • Psikoanalisa Freud
      • Psikoanalisa non Freud
      • psikoterapi yang berorientasi kepada psikoanalisa

SEUMBER :

Gunarsa, S.D. (1996). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : Gunung Mulia

Mappiare, A.A.T, Pengantar Konseling dan Psikoterapi. 2004. Jakarta: PT RajaGrafindo persada.

http://www.slideshare.net/iebeiyan/45620167-psikoterapisuportif

http://www.scribd.com/doc/55373848/27/Psikoterapi-Reedukatif

Markam, S.L.S., Sumarmo. (2007). Pengantar Psikologi Klinis. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s