Tugas psikologi manajemen part I dan part II

Pengertian manajemen

Manajemen adalah Suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.

Manajemen ada 4,yaitu :

a.Manajemen Sumber Daya Manusia: Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh SDM yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagiamana SDM yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.

b.Manajemen Operasional: Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen,dengan teknik produksi yang seefesien mungkin,dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produksi akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.

c.Manajemen Pemasaran: Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen,dana bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.

d.Manajemen Keuangan: Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit.Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh,dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.

(http://ielmy.wordpress.com/other/definisi-manajemen/)

Apa itu psikology manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner). Manajemen merupakan ilmu dan seni.
Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
– Perencanaan (Planning)
– Pengorganisasian (Organizing),
– Pengarahan (Actuating/Directing)
– Pengawasan (Controlling)
Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997). Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997). Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005).
Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002). Adanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendalian dan pengawasan. Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.
Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.

http://choirunnisawijayanti.blogspot.com/2013/10/psikologi-manajemen.html

Tujuan psikologi manajemen

Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun.

Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan

(PPT PSIKOLOGY MANAJEMEN)

Pengertian Perencanaan

Untuk mengetahui dan memahami hakekat perencanaan, maka kita perlu mengetahui pengertian atau definisinya, di antaranya :

  1. George R. Terry: Perencanaan adalah pemulihan fakta-fakta dan usaha menghubung-hubungkan antara fakta yang satu dengan yang lain, kemudian membuat perkiraan dan peramalan tentang keadaan dan perumusan tindakan untuk masa yang akan datang yang sekiranya diperlukan untuk menghendaki hasil yang dikehendaki.
  2. Harold Koontz dan O’Donnell: Perencanaan adalah tugas seorang manajer untuk menentukan pilihan dari berbagai alternatif, kebijaksanaan, prosedur dan program.
  3. W. H. Newman: Perencanaan adalah suatu penngambilan keputusan pendahuluan mengenai apa yang harus dikerjakan dan merupakan langkah-langkah sebelum kegiatan dilaksanakan.
  4. Dr. SP. Siagian MPA.: Perencanaan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang dari hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.

Dari penjelasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan merupakan kegiatan menetapkan, merumuskan tujuan dan mengatur pendaya-gunaan manusia, material, metode dan waktu secara efektif dalam rangkan pencapaian tujuan.

Widjojo dalam Lembaga Administrasi Negara (1985: 31), menjelaskan sebagai berikut :  Perencanaan pada asasnya berkisar pada dua hal :

1)    Penentuan pilihan secara sadar mengenai tujuan-tujuan konkret yang hendak dicapai dalam jangka waktu tertentu atas dasar nilai-nilai yang dimiliki masyarakat yang bersangkutan.

2)    Pilihan di antara cara-cara alternatif yang efesien serta rasional guna mencapai tujuan-tujuan tersebut, baik untuk penentuan tujuan yang meliputi jangka waktu tertentu maupun bagi pemilihan cara-cara tersebut diperlukan ukuran-ukuran atau kriteria-kriteria tertentu yang terlebih dahulu harus dipilih pula.

Manfaat Perencanaan

Perencanaan mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
  2. Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
  3. Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
  4. Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
  5. Standar pelaksanaan dan pengawasan,
  6. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
  7. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
  8. Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
  9. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
  10. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
  11. Menghemat waktu, usaha dan dana.

(http://labibahrukmana.blogspot.com/2013/10/manfaat-perencanaan.html)

Jenis Perencanaan dalam organisasi

Melihat tingkat hirarkis, ada tiga jenis perencanaan: perencanaan strategis, taktis dan operasional.

Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan untuk mencapainya.

Perencanaan ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan yang dipilih.

Hal ini biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial, atau tingkat tertinggi perintah, yang dilakukan dengan cara taktik dan prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau diberikan perencanaan jangka panjang lebih dari 5 tahun.

Perencanaan strategis juga merupakan suatu hal untuk merencanakan strategi dalam segala hal, atau dalam kehidupan sehari-hari setiap orang.

  1. Perencanaan Taktis / Taktik
    Pada tingkat kedua dari perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi tingkat perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian.Bagian taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari efisiensi.
  1. Perencanaan Operasional
    Ketidakpastian yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh lingkungan harus berasimilasi pada pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi dan menafsirkan keputusan strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana konkrit di tengah dan membuat rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya, dibagi lagi menjadi rencana operasional dan rincian yang akan dijalankan pada tingkat operasional.Karena jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian homogen dari perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah, dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana dikembangkan untuk waktu yang singkat.

    Perencanaan Operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi. Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan dicapai. Bahkan, semua titik dasar perencanaan terjadi di tingkat operasional, yang sangat mempengaruhi dan menentukan, bersama dengan, hasil taktik.

    Termasuk tugas-tugas operasional dan skema operasi yang benar dan efisien dalam menjalani sistem pendekatan reduksionis proses khas ditutup. Hal ini dilakukan berdasarkan proses diprogram dan teknik komputasi. Ini mengubah ide menjadi kenyataan, atau mengeksekusi tujuan dari suatu tindakan melalui berbagai rute, jangka pendek pekerjaan umumnya kurang dari 1 tahun.

Apa itu kepemimpinan

Definisi Kepemimpinan

Berikut ini beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai definisi kepemimpinan :

1. George R. Terry (yang dikutip dari Sutarto, 1998 : 17)
Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

2. Ordway Tead (1929)
Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.

3. Rauch & Behling (1984)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.

4. Katz & Kahn (1978)
Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.

5. Hemhill & Coon (1995)
Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal).

6. William G.Scott (1962)
Kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang diorganisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

7. Stephen J.Carrol & Henry L.Tosj (1977)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang-orang lain untuk melakukan apa yang kamu inginkan dari mereka untuk mengerjakannya.

8. Dr. Thomas Gordon “ Group Centered Leadership”. A way of releasing creative power of groups.
Kepemimpinan dapat dikonsepsualisasikan sebagai suatu interaksi antara seseorang dengan suatu kelompok, tepatnya antara seorang dengan anggota-anggota kelompok setiap peserta didalam interaksi memainkan peranan dan dengan cara-cara tertentu peranan itu harus dipilah-pilahkan dari suatu dengan yang lain. Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, pemimpin mempengaruhi dan orang lain dipengaruhi.

Teori kepemimpinan

  1. Dasar-dasar Kepemimpinan (Basic Leadership) •Hakekat Kepemimpinan •Pemimpin dan Pimpinan •Peran Pemimpin dan Pimpinan •Beda Pemimpin dan Pimpinan •Otoritas Kepemimpinan •Kepemimpinan Teladan •Pimpinan sekaligus Pemimpin Teori-teori Kepemimpinan (Leadership Theory) Model-model Kepemimpinan (Leadership Styles) Kepemimpinan Perubahan (Change Leadershoip) 23.02.13 Awang Anwaruddin – Change Leadership 2
  2. Dasar-dasar Kepemimpinan (Basic Leadership) Teori-teori Kepemimpinan (Leadership Theories) •8 Mazhab Teori Kepemimpinan •The ‘Great Man’ Theory •Trait Theory •Contingency Theory •Situational Theory •Behavioral Theory •Participative Theory •Transactional (Management) Theory •Transformational Theory Model-model Kepemimpinan (Leadership Styles) Kepemimpinan Perubahan (Change Leadershoip) 23.02.13 Awang Anwaruddin – Change Leadership 3
  3. Businessknowledge.com http://www.businessknowledgesource.com/blog/eight_major_leadership_theories_03056 3.html Transformationa l Theory Transactional Theory Participative Theory 23.02.13 “Great Man” Theory THEORIES OF LEADERSHIP Behavioral Theory Awang Anwaruddin – Change Leadership Trait Theory Contingency Theory Situational Theory 4
  4. Thomas Carlyle (1888), Herbert Spencer (1896) l Kepemimpinan adalah kemampuan yang melekat ─ pemimpin besar dilahirkan, bukan dibentuk. l Pemimpin besar muncul sebagai heroik, mitos dan ditakdirkan karena diperlukan. Thomas Carlyle 23.02.13 l Disebut ‘great man’ karena pada saat itu pemimpin dianggap kualitas laki-laki. Awang Anwaruddin – Change Leadership 5
  5. Gordon Allport (1937), Hans Eynsenck (1967) l Pemimpin terbentuk karena warisan karakteristik perilaku tertentu yang dimiliki seseorang. l Tetapi, jika perilaku tertentu adalah indikator kepemimpinan, mengapa banyak orang yang memiliki sifat kepemimpinan tetapi tidak menjadi pemimpin? 23.02.13 Awang Anwaruddin – Change Leadership Gordon Allport 6
  6. Joan Woodward (1958), Fiedler, FE (1958) Joan Woodward 23.02.13 l Kepemimpinan dipengaurhi oleh variabel-variabel lingkungan yang menentukan gaya kepemimpinan. l Tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik untuk semua situasi. l Keberhasilan pemimpin tergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas para pengikut, dan aspek lingkungan. Awang Anwaruddin – Change Leadership 7
  7. Hersey and Blanchard (1977) l Pemimpin harus memilih tindakan yang terbaik berdasarkan situasi yang sedang dihadapi. l Gaya kepemimpinan berbeda-beda tergantung situasi yang berlainan. l Misalnya di tengah cendekiawan, gaya kepemimpinan demokratis mungkin paling tepat diterapkan. 23.02.13 Awang Anwaruddin – Change Leadership Ken Blanchard 8
  8. Skinner (1967), Bandura (1982) BF Skinner 23.02.13 l Sesuai prinsip ‘behaviorism’ seorang pemimpin besar dapat dibentuk, tidak selalu karena dilahirkan atau dimitoskan. l kepemimpinan tergantung pada tindakan, bukan pada kualitas mental atau kondisi internal. l Setiap orang dapat memiliki jiwa kepemimpinan melalui cara pembelajaran, observasi dan karena pengalaman. Awang Anwaruddin

REFEREC:

(http://www.slideshare.net/Mazawang/teori-teori-kepemimpinan-28358527)

(http://kepemimpinan-fisipuh.blogspot.com/2009/03/definisi-kepemimpinan.html)

(http://rachmabuana.blogspot.com/2013/10/manfaat-perencanaan-dan-jenis.html)

(http://dedetzelth.blogspot.com/2013/02/pengertian-tujuan-dan-fungsi-perencanaan.html)

(http://choirunnisawijayanti.blogspot.com/2013/10/psikologi-manajemen.html)

Fenomena Prilaku Di Dalam Organisasi

Saya akan menjelaskan fenomena prilaku di dalam organisasi di dalam organisasi kita pun sering melihat banyak prilaku dan saya akan menjelaskan 4 yang di antaranya adalah:

  1. Jenuh
    Rasa jenuh atau bosan terhadap organisasi yang diikuti kerap kali terjadi. Rasa jenuh ini bisa ditimbulkan akibat keadaan organisasi yang berjalan stagnan, rapat2 yang monoton, kerja yang berantakan, dan kurangnya kekompakkan. Hal ini sering terjadi baik organisasi yg berjalan selama 1 tahun ataupun 6 bulan. Boro2 6 bulan, kepanitiaan yang 2-3 bulan aja sering mengalami kejenuhan.
    Untuk fenomena pertama ini beberapa solusi yang bisa saya tawarkan adalah dengan memanjakan diri sendiri. Hal-hal yang dimaksud bisa berupashoppingke mall, tidur, nonton, pergi ke salon, atau jalan2 dengan teman yang non-organisatoris juga oke. Pokoknya semua hal yang bisa membuat lupa sejenak(sengaja dilupakan) urusan organisasi. Asal, harus jelas waktu untuk bermanja2an ini. Sehari dua hari cukup kok, buat me-reload otak.
  2. Tidak/ kurang puas
    Kebanyakan rencana, kebanyakan janji dari pimpinan, kebanyakan agenda, dan kebanyakan mimpi, membuat semua yang ada di organisasi tersebut terlalu banyak berharap kepada organisasi. Dan ketika satu persatu tidak terlaksana, maka bukan saja ketidakpuasan yang didapat, tetapi juga kekecewaan staff thd pimpinan mereka.
    Beberapa solusi adalah, jangan menggantungkan sesuatu ke sesama makhluk. Kita dituntut untuk berperan dgn sebaik2nya dimanapun kita berada. Bukan malah berharap dari yang lainnya. Karena ketika harapan itu tidak tercapai, yang tersisa cuma kekecewaan. Jadi ketika melihat sebuah permasalahan atau program kerja yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, sikapilah secara bijak, jangan menggerutu dan memasang sikap kecewa.
  3. Krisis kepercayaan
    Umumnya terjadi kekurangpercayaan dari staff ke koordinator. Hal ini lebih disebabkan oleh peran koordinator ybs dilihat dari kompetensi dan motivasinya sebagai seorang koord. Jadi saran nih buat para koordinator, coba kenali diri Anda terlebih dahulu, lalu coba ukur kompetensi dan motivasi Anda di organisasi tersebut.
    Namun bukan itu yang dibahas sekarang. Krisis kepercayaan bisa juga terjadi antara koord dan ketua. Maksudnya, seorang koordinator kurang bahkan tidak percaya ketuanya mampu menjalankan kepengurusan dengan baik, dalam artian mampu lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Koordinator kurang bahkan tidak mempercayainya. Ini bahaya!!! Jika koordinator saja tidak percaya sama pimpinan, bagaimana dengan staffnya. Umumnya, koord adalah penghubung ketua dengan staff di luar konteks pleno dan rapat bersama. dikhawatirkan, apabila muncul gejala2 ketidakpercayaan ini pada koordinator, ia lalu menularkannya kepada staff, yang nantinya membentuk sebuah laskar. Keluar deh mosi tidak percaya dari satu divisi.
    Solusi, jangan mudah kena sugesti, saran2, pengaruh, dari luar. Meskipun itu datang dari ketua organisasi sebelumnya. Ketua juga harus lebih peka terhadap masalah2 anak buahnya. Namanya juga anak2, mereka cenderung masih mau dimanja.
  4. Benchmarking
    Ini yang paling saya gak suka. Benchmarking, atau dalam bahasa sederhananya adalah membanding2kan pengurus yang tahun ini dengan tahun2 sebelumnya. Apalagi jika tahun sebelumnya sudah mencapai titik kepuasan paling maksimal, pasti dampaknya apapun yang terjadi di tahun ini belum dinilai maksimal kalo tidak lebih memuaskan dari tahun sebelumnya. Solusinya, coba mindset Anda dirubah,

REFERENC:

http://adhe3t.wordpress.com/2008/11/14/beberapa-fenomena-di-organisasi/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s