“AROGANSI PADA OKNUM POLISI YANG MABUK MENGUNAKAN SERAGAM”

Identitas adalah alat pengenal  atau tanda pengenal seseorang untuk memasukkan nya kedalam suatu kelompok yang bercirikan sama, misalnya saja seorang guru harus berkelakuan baik dan menjadi contoh bagi anak muridnya, seorang ustadz yang memberikan ceramah-ceramah keagamaan dan selalu bersikap seperti apa yang dikatakan dan diperintahkan dalam Al-Quran.

Ada polisi yang mengayomi masyarakan menjadi tempat untuk melindungi masyarakan dari keresahan yang ada menjadi tempat yang berwajib untuk melindungi dan mengayomi masyarakat sudah menjadi suatu tugas dan prilaku dengan seragam dan identitas yang jelas tertera dan masyarakat pun tau akan nya tentang tugas-tugas polisi lalulintas dan polisi untuk memngamankan masyarakan yang telah melakukan penyimpangan di tempat masyarakan yang ada.

Prilaku polisi zaman sekarang sudah agak berantakan alias mangkir dari tugas-tugas nya dan bahkan banyak polisi yang dengan leluasa menerima suapan untuk mempercepat proses penilangan agar cepat padahal polisi sudah di beri gaji oleh pemerintah dan mereka masuk ke dalam pegawai nengri yang banyak anjungan nya.

Pada ahkirnya ada seorang angota polisi masih dengan mengunakan seragam kepolisian membuat onar pada saat warga di Majalengka mengadakan konser dangdut kecil-kecilan oknum polisi ini bahkan membuat onar bukan nya mengamankan jalannya konser malah mabuk dan membuat onar bahkan sepat menendang wajah dari seorang penonton yang membujuk nya untuk turun sunguh amat di sayangkan.

Seorang polisi dengan pakaian lengkap mabuk dan naik ke atas pangung ini sangat di sayangkan sebagai mana seperti yang saya kutip di atas oknum polisi ini bukan nya mengaman kan dan menjaga ketertiban malah membuat onar di lokasi kenser dangdut yang di selengarakan oleh salah satu warga di Majalengka  http://www.youtube.com/watch?v=yNNsUB847Pg&hd=1

Pada teori psikologi kepribadian bahwa teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya.

Semua yang kita lakukan adalah melalui proses belajar dengan kasus di atas seorang polisi yang mabuk sehinga membuat onar mengalami perubahan prilaku yang sangat signifikan di karnakan mabuk prilaku mabuk tersebut adalah prilaku yang sudah mengalami proses belajar terlebih dahulu.

Seorang polisi yang sedang mabuk tersebut sudah belajar hinga melakukan prilaku menyimpang dan menjadi perubahan prilaku di mana seorang polisi seharusnya  berprilaku dengan baik dengan selogan nya yaitu “mengayomi masyarakan”  dan pada kenyataan di Majalengka tersebut malah menjadi onar dan membuat resah warga yang sedang menikmati musik.

Abuse of power adalah  teori tindakan penyalahgunaan wewenang dalam kasus ini dapat kita simpulkan bahwa seorang oknum polisi di majalengka membuat onar dan mabuk dalam acara yang di adakan oleh masyarakat di Majalengka,tidak hanya itu oknum polisi tersebut sempat bersikap arogan saat di bujuk turun dari panging dalam kasus ini sudah jelas oknum polisi meyalah gunakan pakaian dan pangkatnya.

Ateng syafrudin berpendapat ada perbedaan antara pengertian kewenangan dan wewenang. Kita harus membedakan antara kewenangan (authority, gezag)dengan wewenang (competence, bevoegheid). Kewenangan adalah apa yang disebut kekuasaan formal, kekuasaan yang berasal dari kekuasaan yang diberikan oleh undang-undang, sedangkan wewenang hanya mengenai suatu “onderdeel” (bagian) tertentu saja dari kewenangan

Dari pengertian teori kewenangan dari Ateng syarifudin tersebut dapat kita simpulkan bahwa oknum polisi tersebut menyalah gunakan wewenang yang di berikan oleh undang-undang dan jelas oknum polisi tersebut masih mengunakan pakaian seragam polisi yang menjadi salah satu identitas dari seorang polisi

Teori Persepsi adalah suatu istilah untuk menggambarkan penerapan penelitian tentang neurologis dan menerima prinsip-prinsip psikologis dalam mempelajari komunikasi visual. Teori Persepsi menangani bagaimana pikiran / otak menerima informasi, mengolahnya, dan menggunakannya. Pada teori persepsi pendekatan teoritis akan menambahkan informasi baru untuk mempelajari komunikasi visual dan membantu manusia tersebut tentang keefektifan dari teori komunikasi.

Kembali kita ulas lagi dalam teori di atas ialah mempelajari tentang tangapan kita atas suatu gambar dalam kasusu ini di gambarkan seorang oknum polisi yang sedang mabuk dan masih menggunakan seragam polisi kita juga sudah tau seorang polisi adalah orang yang mengayomi masyarakat dalam segala keresahan dan dapat juga kita simpulkan bahwa banyak orang yang berpersepsi bahwa seorang polisi adalah penegak hukum yang bertanggung jawab

DAFTAR PUSTAKA

http://sonny-tobelo.blogspot.com/2011/01/teori-kewenangan.html

http://hendi-sutrisno.blogspot.com/2012/12/teori-persepsi.html

http://www.youtube.com/watch?v=yNNsUB847Pg&hd=1

http://edukasi.kompasiana.com/2013/05/01/teori-behaviorisme-556313.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s