#PTI internet addiction

Pada zaman sekarang ini mestinya perlu ditambahkan sebuah bentuk kecanduan yang baru yakni Kecanduan Internet. Kalau dahulu kita hanya mengenal adanya kecanduan minuman keras beralkohol, kecanduan merokok, berjudi, kecanduan narkotik, kecanduan obat bius, kecanduan makan, kecanduan tidur, dll, kini kita harus menerima kenyataan bahwa sudah terdapat bentuk kecanduan Internet. Kecanduan Internet berarti ketagihan menggunakan Internet sepanjang hari tanpa henti. Kata candu menunjukkan sisi kejelekan yang berarti berakibat pada gangguan mental atau bahkan bisa immoral. Orang yang kecanduan berarti ia ketagihan untuk mengkonsumsi candu berulang-ulang. Dalam konteks ini, kata candu lebih menunjukkan efek negatif dari Internet bagi kehidupan manusia.

Tak dapat dipungkiri bahwa sejak Internet ditemukan dan kemudian digunakan secara luas oleh semua lapisan manusia di dunia, banyak sisi positif telah dirasakan manusia dari segala lapisan umur, lapisan sosial, lapisan masyarakat dari berbagai negara. Pada satu sisi Internet yang menghubungkan orang dari seluruh dunia telah meningkatkan nilai-nilai humanisme, penghormatan antara sesama manusia, rasa solidaritas antara manusia semakin tinggi, Internet menyatukan manusia dari berbagai usia, asal-usul, budaya, negara, pekerjaan, bahkan agama. Melalui jejaring sosial yang tersebar luas dan digunakan hampir semua kalangan, persahabatan dan keakraban manusia makin meningkat drastis. Melalui sarana Internet ini, dunia telah bagaikan sebuah kampung kecil atau global village.

Tanda – tanda kecanduan internet :

Eyestrain (Tegangan Mata)
Penyakit yang disebabkan karena mata anda terlalu sering berada di depan monitor. Penyakit ini membuat mata anda tegang dan terasa sakit. Agar mata tidak terasa sakit perbanyaklah melihat lingkungan yang hijau (alami) setelah anda beraktifitas di depan layar monitor.

Munchausen Syndrome
Internet menyediakan endless chatrooms, online support groups, dan situs jejaring sosial di mana orang dapat berbagi masalah mereka, mencari nasihat, dan mendapatkan simpati. Beberapa orang berpura pura sakit dan tertimpa bencana hanya untuk mendapatkan perhatian.

Mereka berpura pura menjadi korban pelecehan, penganiayaan, atau terkena penyakit kronis untuk mendapatkan perhatian hal hal tersebut merupakan gejala Munchausen Syndrome.

Discomgoogolation
Adalah perasan stress dan kegelisahan saat tak bisa segera terhubung dengan akses informasi cepat. Discomgoogolation sendiri merupakan gabungan dari Discombobulate yang artinya frustasi atau bingung. Sementara kata ‘googolation‘ konon diambil dari istilah googling atau mencari informasi lewat mesin pencari Google.

Egosurfing
Terobsesi dengan reputasi diri di internet, sedemikian hingga kebanyakan waktu online penderita dihabiskan untuk melakukan pencarian namanya sendiri di situs seperti Google atau Yahoo. Penderita juga kerap mencekranking di Technorati.

Apakah anda termasuk orang yang penulis katakan diatas ? hanya anda dan orang disekitar anda yang tahu. Bahkan dalam sebuah studi ilmiah yang dilakukan oleh Tim peneliti yang dipimpin Dr. Christian Montag dari University of Bonn, Jerman mengaku menemukan sebuah gen pada orang-orang tertentu yang menunjukkan adanya ketergantungan terhadap suatu hal. Kondisi ini pun dapat dilihat pada orang-orang yang mengalami kecanduan internet. Beliau mengatakan “Namun kondisi genetik ini memiliki sejumlah varian dan ternyata varian genetik yang mendasari kecanduan internet lebih banyak ditemukan pada wanita. Hal ini bisa terjadi akibat ketergantungan terhadap fitur-fitur yang dimiliki teknologi itu seperti jejaring sosial atau situs belanja online,” terang Dr. Montag seperti dilansir dari telegraph, Selasa (4/9/2012).

Kenapa hal itu bisa terjadi di Internet?
 
* Kebanyakan dari kita hanya bisa menahan hasrat untuk melakukannya di dunia nyata, yang apabila dilakukan mungkin bisa membuahkan sebuah tinju ke wajah kita.
* Di Internet kebanyakan pengguna menyembunyikan identitas aslinya, sehingga mereka dengan bebas mengeluarkan isi hati dan kemarahannya tanpa khawatir reputasinya menjadi jelek.

* Karena pengungkapan perasaan dalam bentuk tulisan sering terlihat datar dan tidak menggambarkan emosi dengan jelas, seperti halnya nada suara, mimik wajah dan bahasa tubuh lainnya di saat tatap muka langsung, sehingga orang cenderung menggunakan kata-kata yang tajam, kasar dan keras untuk mewakili sebuah perasaan tertentu

REFENSI :

http://duniagrafiskita.blogspot.com/2012/07/gangguan-mental-akibat-kecanduan.html

http://www.jambiupdate.com/artikel-dampak-dan-solusi-mengatasi-kecanduan-internet.html

http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2013/09/13/kecanduan-internet-591237.html

http://media.kompasiana.com/new-media/2013/09/20/awas-kecanduan-internet-593406.html
http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2013/09/13/kecanduan-internet-591237.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s